Jika Anda Ingin Memberi Kritik dan Saran bagi Website Gessang
Silahkan Untuk Registrasi Terlebih Dahulu.
Terimakasih... 

Pencarian

Login

Menu Lainnya

Layanan

  • Chatting Room

    Chatting Yuk

  •  

     

     Forum Kita

    Kunjungi Forum Kita
    Disini kita bisa Diskusi dan Ngobrol Bareng

  •  

     

    Curhat

    Ayo Kirimkan cerita, artikel, pengalaman menarik kamu, atau bahkan curhat kamu!

     

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini137
mod_vvisit_counterKemarin286
mod_vvisit_counterMinggu ini985
mod_vvisit_counterBulan ini2525
mod_vvisit_counterKeseluruhan216690
klik untuk daftar
Surakarta

Peta Fisik
1) Lokasi Manahan

Di Manahan, Kecamatan Banjarsari terdapat sebuah stadion sepak bola yang terbesar di Solo dan hotspot-hotspot yang termasuk lokasi ini yang tersebar di sepanjang pinggiran stadion. Dari arah selatan Jl. Dr. Moewardi tersebar salon-salon dan  di belakang stadion, Jl. Dr. Supono, ada wedangan, panti pijat, dan dari depan Jl. Adi Sucipto, juga banyak tempat-tempat olah raga. Tempat ini paling ramai di hari Minggu pagi dan juga setiap sore. Banyak gay yang beraktifitas untuk berolah raga di sini seperti : lari, tenis, aerobic dan renang. Pada umumnya setelah berolah raga, ada MSM yang akan pergi ke salon dan kadang ada yang pijit di PP. Tri Buwono, dengan sewa kamar Rp. 10.000 dan membayar ongkos pijit Rp. 15.000,00.

Di sekitar lokasi Manahan banyak sekali tempat tongkrongan untuk MSM berkumpul dan tempat itu tersebar masih dalam satu Kecamatan Banjarsari. Hotspot tersebut antara lain : panti pijat Tri Buwono, terminal, salon Totong, salon Hana, salon Atar, Wedangan Mbak Dewi, Pondok Jowi, Lapangan Manahan dan ada beberapa tempat kos.  Walaupun masih dalam satu lokasi tapi MSM di lokasi ini banyak yang tidak saling kenal karena mereka punya group sendiri untuk nongkrong di satu hotspot saja dan mereka juga punya kelompok-kelompok arisan tersendiri. Contohnya di Pondok Jowi dan salon Totong, dan khusus di Wedangan mbak Dewi Manahan khusus Gay kalengan dan tertutup dan gay di sini kebanyakan penari dari Mangkunegaran.

2) Panti pijat Tri Bawono
Hotspot ini pada dasarnya hanya berupa gubuk beratapkan seng dan cukup sederhana dengan panjang 12,5 m lebar 1,5 m yang berdiri dipinggir jalan besar Solo-Jogja , tepatnya di Jl. Ahmad Yani, Surakarta.

Kondisi lokasi ini apabila malam hari hanya diterangi lampu minyak dan penerangan listrik sederhana, sedangkan puncak keramaian pengunjung panti pijat ini adalah malam Minggu dimana banyak gay dari luar kota yang berkunjung, adapula kelompok gay yang menyewa kamar kecil untuk pijat dengan hanya membayar Rp 10.000,- selama 1 jam dengan fasilitas sederhana beralaskan tikar, bantal dan 2 ember air untuk membersihkan diri sehabis ML.

Apabila kelompok gay tersebut sudah membawa pasangan, yang umumnya pasangan mereka dapatkan dari Taman Hiburan Sriwedari kemudian mereka lanjutkan untuk ML di gubug Sdr Tri Bawono tersebut. Walaupun tempatnya sederhana justru malah banyak kelompok MSM yang datang dan menyewa kamar hanya untuk sekedar ML saja. Pemilik tempat juga menawarkan diri kepada teman-temannya dari luar kota, dan apabila mereka saling cocok satu sama lain mereka dapat menyewa tempat tersebut. Tempat itu juga menyediakan kondom dan pelicin serta brosur atau leaflet tentang informasi IMS dan HIV/AIDS serta penjelasan oleh pemilik panti pijat tentang IMS dan HIV/AIDS. Agar masyarakat disekitar tidak curiga maka panti pijat ini juga  menjual bensin dan minuman.    
                 
Peta Sosial
Rata-rata usia MSM di lokasi Manahan ini berbeda-beda. Rata-rata usia MSM yang berkumpul di hotspot Salon Totong adalah 20-45 tahun. Kebanyakan gay di salon ini adalah pengusaha salon dan sudah mapan. Sedang di Pondok Jowi, usia MSM yang nongkrong 30-50 tahun. Kebanyakan MSM di Pondok Jowi adalah desainer, pengusaha dan PNS. Sedang Wedangan Mbak Dewi, Manahan, rata-rata usia MSM adalah 15-25 tahun, kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa, sedang MSM yang sering berkumpul di PP.

Tri Buwono adalah kalangan bawah. Untuk lokasi Banjarsari ini yang sudah ada outlet kondoma adalah Salon Totong dan PP Tri Buwono. Outlet kondom di tempat ini semua komersil semua dan juga tersedia pelicin. PE sudah ada juga di 2 hotspot tersebut. Akses layanan kesehatan, di Kecamatan Banjarsari adalah Puskesmas Manahan yang masih dalam satu lokasi dan Puskesmas ini menyediakan layanan IMS buka dari jam 08.00 sampai 12.00 siang. Sekali periksa, membayar pendaftaran Rp. 3000,00, dan untuk screning / pemeriksaan Rp. 7.000,00.  Jadi satu paket Rp. 10.000 sudah termasuk obat. Dokter yang menangani :  dr. Rita, dr. Teny, dan ada 2 perawat :  Wahyudi dan Naryo, dan untuk tes VCT, dapat dilakukan 2 yaitu RSUD dr. Moewardi dan dr. Oen, Kandang Sapi, tanpa dipungut biaya ( gratis ).

3) Kecamatan Jebres
UNS terletak di Jl. Ir. Sutami, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, tepatnya disebelah barat Taman Jurug, sebelah timur STSI. Bentuk bangunan : kampus yang disekitarnya terdapat rumah dan kost-kostan mahasiswa, berdekatan dengan Kantor Kecamatan Jebres dan warnet di sekitarnya.

UNS (Universitas Sebelas Maret) berdiri sejak 1966 dan terletak di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Di area tersebut banyak kelompok MSM yang tertutup yang melakukan akses informasi sosialisasi serta komunikasi melalui jalur dunia maya atau internet, sehingga banyak dari mereka melakukan kencan atau sekedar pertemanan melalui media tersebut.

Di area UNS terdapat beberapa hotspot  yang diantaranya: :
1. Warnet Speed, Warnet Hawai, Warnet Telesat -> Disana kelompok MSM invisible  melakukan interaksi melalui Chatting.
2. Kost-kostan UNS, STSI dan sekitarnya -> Jaringan kelompok MSM terbentuk kuat melaui akses pertemanan.

Peta Sosial
Usia dari kelompok MSM di area UNS ini lebih dari 20 – 35 tahun, dan kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa sehingga masih banyak dari mereka yang tertutup akan orientasi seksualnya , walaupun ada pula yang terbuka akan tetapi jumlah mereka relatif kecil.

Bagi mereka yang masih tertutup, mereka cenderung menyimpan rapat-rapat orientasi seksualnya dan cenderung terbuka kepada teman-teman yang mereka kenal akrab saja.
Untuk mereka yang terbuka (visible) mereka akan kumpul-kumpul/nongkrong walaupun hanya sebatas dengan teman akrab mereka saja, dan masalah tempat nongkrong tergantung mereka yang menentukan (saling mengujungi/melakukan kencan untuk ketemuan/ nge-date).

Akses layanan kesehatan di Kecamatan Jebres yakni Klinik VCT di RSU dr. Moewardi Surakarta jadwal praktek pukul 08.00-14.00 WIB.   


4) Kecamatan Pasar Kliwon
Di Kecamatan Pasar Kliwon ini terdapat beberapa lokasi mangkal MSM seperti Wedangan Alun-Alun Utara, Wedangan Gladak, Wedangan Mbak Sri, Cafe Bola, dan Warung Jawi Cafe.

Diantara tempat-tempat mangkal tersebut ada satu tempat mangkal yang sangat ramai yaitu : Wedangan Alun-Alun Utara yang sangat  ramai di malam Minggu. MSM berkumpul bisa mencapai 60 orang. Di Wedangan tersebut juga tersedia outlet kondom yang menyediakan kondom dan pelicin secara komersil yang dikelola oleh penjualnya dan dimonitoring oleh petugas lapangan dari Yayasan Gessang.

5) Kecamatan Serengan
Di kecamatan Serengan ini terdapat beberapa lokasi mangkal MSM seperti Wedangan Marsi, dan Warnet Solo Net. Di Wedangan Marsi banyak MSM yang berkumpul dan mayoritas dari mereka telah terbuka, kemudian mereka akan lebih banyak berkumpul jika malam Minggu tiba dengan estimasi lebih dari 30 orang.

Di Wedangan Marsi juga tersedia Outlet Kondom yang menyediakan kondom dan pelicin secara komersil, sedangkan letaknya persis di pojok perempatan Sraten. Selain Wedangan Marsi juga terdapat Warnet Solo Net yang terletak disebelah timur perempatan Kawatan. Di lokasi ini biasanya terdapat sekitar 10 MSM yang biasanya melakukan chatting, sedang tarif chating di tempat ini terhitung murah yaitu Rp 4000.- per jam, dan kalau malam hari lebih murah lagi yaitu dengan tarif Rp.2500,- per jam.

Peta Sosial
Usia MSM di Kecamatan Pasar Kliwon sangat bervariasi antara 20 – 50 th. Akan tetapi usia rata-rata MSM yang mangkal di Wedangan Alun-Alun Utara, Wedangan Mbak Sri, dan Wedangan Gladak rata-rata usia 20 – 40 tahun. Mereka yang nongkraong di tempat-tempat ini adalah kelompok MSM yang sudah terbuka / visible, sedangkan waktu yang efektif untuk menjangkau adalah di malam hari, untuk pengetahuan HIV/AIDS bagi mereka relatif cukup baik.

Sementara itu usia rata-rata MSM di Kecamatan Serengan adalah 20 – 40 tahun, sedangkan bagi mereka yang chatting berusia antara 20 – 27 tahun, dan waktu yang tempat untuk menjangkau adalah di malam hari.

6) Kecamatan Laweyan
Tempat ini adalah sebuah hotel dimana salah satu kamarnya merupakan tempat penampungan khusus PPS. Sebelum berpindah ke Hotel Puspita, para PPS ini ditampung di Hotel Jayakarta yang berada di dekat Stasiun Solo Balapan selama 6 bulan, tapi karena mungkin mengganggu tamu hotel yang lain akhirnya mulai bulan Oktober 2006 mereka pindah ke Hotel Puspita yang terletak di Jl. Dr. Radjiman 404 yang termasuk wilayah Kecamatan Laweyan

Akses ke hotel ini sangat mudah karena berada di pusat kota Surakarta, dan dekat dengan Sriwedari yang merupakan hotspot terluas dan terbesar bagi komunitas MSM di kota Surakarta. PPS di Hotel Puspita ini dapat dibooking setiap saat baik siang maupun malam hari. Adapun tarif PPS di lokasi ini adalah Rp. 100.000,- sudah termasuk sewa kamar di Hotel Puspita namun jika PPS dibawa keluar dari Hotel Puspita maka tarifnya dapat berkisar antara 150 – 200 ribu rupiah.

PPS disini tidak tetap tapi berganti-ganti atau pindah dari kota satu ke kota yang lain tetapi germonya menetap di hotel tersebut. Germonya sendiri menyewa 2 kamar, 1 kamar digunakan untuk tinggal para PPS / germo dan 1 kamar lagi untuk tempat berhubungan seks PPS dan kliennya.
 
7) Kelurahan Penumping     

Sejak lama Solo Grand Mall, Loji Gandrung dan Warnet Yahoo dikenal sebagai tempat nongkrong kaum MSM kota Surakarta. Beberapa hotspot tersebut  terletak di sebelah selatan Jalan Brigjen Slamet Riyadi kecuali Warnet Yahoo yang letaknya sebelah utara Jalan Slamet Riyadi di Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Solo Grand Mall merupakan pusat perbelanjaan menjadi tempat nongkrong yang strategis bagi kaum MSM yang  invisible dikarenakan kebanyakan kaum MSM yang ke sini merupakan MSM high class atau ekonomi menengah keatas tapi tdak menutup kemungkinan bagi kaum MSM yang ekonomi menengah ke bawah untuk datang ke lokasi ini hanya untuk sekedar nongkrong atau cuci mata. Solo Grand Mall merupakan gedung bertingkat 4 yang terletak di tengah pusat kota sehingga mudah dijangkau dari arah manapun. Oleh karena Solo Grand Mall merupakan pusat perbelanjaan maka sangat sulit menentukan puncak keramaian kaum MSM datang ke lokasi ini.

Loji gandrung dan Kodim yang terletak tidak jauh dari Solo Grand Mall juga salah satu tempat nongkrong kaum MSM. Kedua tempat ini merupakan trotoar yang memanjang sekitar ± 100 m yang diukur dari Loji Gandrung sampai dengan traffic light di pertigaan Kodim.  LOJI GANDRUNG dan KODIM bisa dijangkau dari arah manapun dikarenakan tempatnya yang strategis di tengah kota sehingga menjadi tempat nongkrong favorite kaum MSM. Kedua tempat ini sendiri mencapai titik puncak keramaian pada malam Minggu atau malam hari libur nasional. Biasanya mulai kelihatan ramai antara pukul 20.00 – 24.00 WIB. Untuk hari-hari biasa hanya sekedar lewat bahkan kadang kala tidak ada sama sekali yang nongkrong.

Warnet Yahoo terletak di sebelah utara Jalan Slamet Riyadi atau berseberangan jalan dengan Loji Gandrung dan Kodim. Gedung yang berukuran ± 5 x 10 m2 merupakan tempat nongkrong kaum MSM yang non visible. Ditempat ini bisa untuk berinternet dan biasanya kaum MSM non visible yang kesini hanya untuk sekedar browsing ataupun chatting. Sangat sulit juga menentukan waktu yang ramai di tempat ini.

Untuk outlet kondom juga belum ada dikarenakan Solo Grand Mall, Loji Gandrung, Kodim dan Warnet Yahoo merupakan tempat umum sehingga sulit untuk menjadikan tempat-tempat ini sebagai outlet kondom. Sedangkan untuk PE sudah ada walaupun kegiatan outreachnya belum maksimal.

8) Sriwedari
Kawasan Sriwedari merupakan tempat nongkrong kaum MSM yang sangat terkenal sejak lama. Kawasan yang dulunya milik Keraton Surakarta ini diubah fungsinya oleh Pemerintah Kota Surakarta menjadi tempat hiburan rakyat. Banyaknya hiburan yang ada di kawasan ini membuat kaum MSM merasa mendapat tempat yang cocok untuk nongkrong. Kebanyakan kaum MSM yang ada di kawasan ini adalah MSM visible atau yang sudah terbuka.

Kawasan yang berada di tengah-tengah kota ini sangat mudah dijangkau dari arah manapun. Di kawasan Sriwedari ini tidak hanya kaum MSM saja yang nongkrong ada juga PPS, waria dan klien yang datang ke tempat ini. Lokasi ini mempunyai beberapa hotspot diantaranya Segaran, Solo Theatre, Joglo Sriwedari, Gedung WO, THR Sriwedari, Parkiran Belakang Sriwedari, Wedangan Tanti yang biasa ramai dikunjungi pada pukul 19.00 – 24.00 WIB setiap malam minggu atau malam libur nasional. Untuk hari-hari biasa sangat sepi hanya beberapa orang saja yang datang.

Ada 2 buah Outlet Kondom di kawasan ini yaitu di Wedangan Tanti dan Wedangan Ngisor Ringin yang di kelola oleh pemilik warung wedangan tersebut. Kedua outlet kondom ini sudah menjadi outlet yang komersial artinya mereka menjual kondom dan pelicin bagi yang membutuhkan. Sedangkan PE untuk wilayah Sriwedari ada 2 orang.

Peta Sosial
Lokalisasi Hotel Puspita para klien PPS disini rata-rata berusia diatas 30 tahun atau orang yang sudah mapan pekerjaan dan penghasilan karena untuk ukuran di Solo dengan tarif diatas 100 ribu rupiah termasuk mahal. Pada umumnya tamu adalah gay tertutup atau komunitas MSM yang tidak mangkaldan usia rata-rata para PPS adalah 20 – 30 tahun. Selain PPS yang ada di Hotel Puspita ada pula PPS yang mangkal di Sriwedari, dan penjangkauan sangat fleksibel dikarenakan kawasan Sriwedari ini merupakan tempat nongkrong kaum MSM sehingga sangat mudah untuk melakukan penjangkauan.

Dikawasan ini juga ada PPS dan tarif mereka rata-rata Rp 50.000,00 – Rp 100.000,00 tergantung kesepakatan. Untuk pengetahuan informasi dasar IMS dan HIV/AIDS di kawasan ini sudah sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemakai kondom di kawasan Sriwedari. Mereka menyadari bahwa mereka sangat berisiko tertular IMS dan HIV/AIDS sehingga penggunaan kondom di kawasan ini sangat tinggi.

Selain di Hotel Puspita dan Sriwedari ada pula kelompok MSM yang non PPS yang nongkrong di Loji Gandrung yang rata-rata mereka yang sudah berpasangan dan dari status kelas yang berbeda-beda tapi ada juga yang masih jomblo. Mereka pada umumnya datang hanya sekedar ketemu teman-teman, bercanda-canda atau sekedar ngobrol dengan pasangannya. Untuk di Warnet Yahoo biasanya mereka chatting kemudian bertemu. Untuk di Solo Grand Mall biasanya mereka shopping atau cuci mata di sekitar food courts.

Waktu yang tepat untuk melakukan penjangkauan di Loji Gandrung dan Kodim adalah malam minggu sekitar jam 20.00 – 24.00 WIB, kalau hari biasa tidak ada yang nongkrong. KL / PL di lokasi ini adalah ARIS WIJANARKO (lebih dikenal MARCELLA) dan DANANG BATAK SUSANTO (lebih dikenal GEBROX atau Mbak BCL) sudah dikenal oleh kaum MSM yang sering nyebong di lokasi ini, sehingga mereka sangat welcome terhadap para KL/ PL ini dalam melakukan outreach dan penyampaian materi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV / AIDS.

Pada umumnya kesadaran mereka terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV / AIDS cukup tinggi yang dibuktikan dengan fakta bahwa mereka banyak yang setia dengan pasangan masing-masing. Sedangkan di Solo Grand Mall dan warnet Yahoo waktu penjangkauan sangat fleksibel.
 

 

Facebook


Yuk Join Ke Facebook Yayasan Gessang
Untuk Menambah Teman !

Klik Disini !

Kondom Gratis


Kami Menyediakan
Kondom Gratis dari USAID
Kunjungi Sekretariat Gessang
Jl. Cokrobaskoro no 201B
Tipes, Surakarta

Gay Movies


Mau Film Gay Terbaru?
Silahkan Download Disini

Read More...