| on 29-07-2010 09:40
|
Views : 45 |
Pidato Presiden AS Barack Obama minggu lalu di publik menjadikan
"sangat jelas" bahwa Amerika sedang melihat ke depan untuk "sebuah era
baru untuk hak-hak sipil bagi kaum LGBT," ujar salah satu penyokong
hak-hak kaum gay.
Hal ini terjadi dalam sebuah event
yang diadakan oleh organisasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender
terbesar "menaruh garis besar yang sangat jelas bagi dunia untuk
melihat: bahwa pemerintahan ini mempercayai dan akan bekerja untuk
komunitas LGBT dan aliansinya untuk mencapai persamaan penuh di bawah
hukum bagi kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender Amerika," ujar
Mitchell Gold, pendiri dari organisasi non-relijius Faith in America.
"Kehadiran
Presiden Obama dan kata-katanya merepresentasikan pemikirannya bahwa
kaum LGBT adalah bagian normal dari masyarakat kita yang
terpecah-pecah," tambahnya.
"Kita
tidak bisa dan tidak akan mengesampingkan isu-isu dari persamaan dasar
(basic equality, red), ujar Obama dalam Kampanye Hak Asasi Ke-13
National Dinner Tahunan. "Perjuangan ini terus berlanjut. Dan saya
berada di sini dengan sebuah pesan sederhana: Saya berada disini
berjuang bersama Anda." Ia mengatakan bahwa kaum LGBT adalah
kawan-kawannya dan memastikan kepada mereka bahwa meskipun ada isu-isu
yang menekan, termasuk permasalahan ekonomi, di mejanya ia tetap
"teguh" dalam komitmennya kepada mereka.
Banyak orang yang mengatakan bahwa Obama adalah Presiden AS pertama yang mengekspresikan komitmen begitu kuat kepada kaum LGBT.
Dalam
pidatonya juga, Obama mengatakan bahwa pemerintahannya "berjalan maju"
dalam kebijakan "Don't Ask, Don't Tell," yang melaransg gay dan lesbian
untuk melayani secara terbuka dalam angkatan militer. Ia berjanji untuk
menandatangani hukum inclusive hate crimes bill, yang mana akan
memperluas proteksi federal kepada kaum gay, lesbian, biseksual, dan
transgender; mendorong Aksi Tenaga Kerja Non-Diskriminasi (Employment
Non-Discrimination Act,red); dan menolak hukum federal Defense of Marriage Act.
Isu
mengenai pernikahan disambut dengan penuh emosi dan applause dari
kerumunan. Obama mencatat bahwa ketika mereka menengok kembali dalam
tahun-tahun pemerintahannya, mereka akan "melihat sebuah masa dimana
kita sebagai sebuah bangsa akhirnya akan mengakui hubungan-hubungan
antara dua pria atau dua wanita sama nyatanya dan luarbiasanya
sebagaimana hubungan-hubungan antara seorang pria dan seorang wanita."
Mendengar pernyataan Obama ini, kaum konservatif terkejut akan janji Obama dan menyatakan itu adalah "perubahan budaya radikal."
Evangelis
dan teolog Baptist R. Albert Mohler Jr. Mengatakan bahwa kata-kata
Obama "menggambarkan sebuah revolusi moral yang sangat jauh dari selama
ini presiden-presiden sebelumnya pernah janjikan atau artikulasikan."
"Sangatlah
tak memungkinkan untuk membayangkan sebuah janji yang paling
mendebarkan karena begitu revolusionernya seperti ini - untuk
menormalkan hubungan-hubungan sesama jenis begitu lebarnya hingga
mereka dianggap sama luar-biasanya sebagaimana pernikahan
heteroseksual," komentar sang presiden seminari.
Sebenarnya
ada beberapa fakta mencengangkan antara kaum muda dan kaum tua Amerika.
Studi menunjukkan bahwa generasi-generasi lebih muda menunjukkan
dukungan daripada kaum tua Amerika untuk kaum LGBT. Untuk range usia
18-29 tahun, sekitar 58 persen mendukung pernikahan gay, dibandingkan
38 persen untuk usia 30-49 tahun dan 35 persen dari usia 50-64. Sebagai
tambahan, generasi muda semakin lebih sedikit yang menyatakan bahwa
perilaku homoseksual adalah salah dibandingkan dengan orang-orang yang
lebih tua usianya.
Zaman
memang sudah berubah. Apa yang dahulu dianggap secara moral bersalah,
sejalannya waktu, apalagi ditambah aktifnya kaum gay membuka diri
menjadikan budaya masyarakat baru terbentuk. Bayangkan jika hubungan
sesama jenis disahkan bagi generasi masa depan kita? Anak-anak yang
belum bisa memutuskan orientasinya akan menganggap bahwa hal itu adalah
sesuatu yang benar sedari masa kecilnya. Padahal orientasi adalah
sesuatu hal dasar yang bisa diputuskan semasa dewasa. Dan jika kita
kembali ke dalam Firman Tuhan, Tuhan menciptakan pria dan wanita baik
adanya untuk membangun pernikahan kudus. Dan itu adalah desain terbaik
dalam kehidupan manusia yang Tuhan ciptakan.
|