Jika Anda Ingin Memberi Kritik dan Saran bagi Website Gessang
Silahkan Untuk Registrasi Terlebih Dahulu.
Terimakasih... 

Pencarian

Login

Menu Lainnya

Layanan

  • Chatting Room

    Chatting Yuk

  •  

     

     Forum Kita

    Kunjungi Forum Kita
    Disini kita bisa Diskusi dan Ngobrol Bareng

  •  

     

    Curhat

    Ayo Kirimkan cerita, artikel, pengalaman menarik kamu, atau bahkan curhat kamu!

     

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini129
mod_vvisit_counterKemarin286
mod_vvisit_counterMinggu ini977
mod_vvisit_counterBulan ini2517
mod_vvisit_counterKeseluruhan216682
klik untuk daftar
Apakah Gay Cenderung Posesif ?
 
on 12-03-2010 10:48

Views : 197    


Kalau Ku Mati, Kau Juga Mati...

Bait lagu di atas merupakan penggalan lagu Posesif yang tak cuma mempopulerkan band Naif, melainkan juga Afy, waria yang tampil sebagai bintang video klipnya.Bagi kalangan transeksual, waria, seperti Afy, bait itu sangat menusuk tapi juga megungkapkan kondisi jiwa raga mereka. Juga kaum gay pada umumnya, sebagai sesama kaum homoseksual.

 

 

Istilah posesif – yang berarti “rasa memiliki dan keinginan untuk menguasai pasangan secara berlebihan” – belakangan muncul dalam kasus Ryan. Ketika korban Hery Santoso, menawar pacarnya untuk menemani tidur dengan janji imbalan mahal itu, ia menjadi marah.

Kisah yang mirip terjadi pada Gianni Versace, 50, perancang busana kaliber dunia, yang tewas ditembak mantan pasangannya, Andrew Cunanan, gay berdarah filipina di Miami, AS, 1997 lalu. Gay pelacur papan atas itu tak menggunakan tangan orang lain untuk mengekskusi mantan kekasihnya itu, melainkan menembak dengan tangannya sendiri.

Sikap posesif sebenarnya tak hanya ada di kalangan homoseks, tapi juga kaum hetero alias “normal”. Lihat adegan iklan rokok yang memperlihatkan gadis cantik yang selalu memonitor kegiatan pacarnya lewat handphone, sehingga si cowok memasang mesin penjawab yang sama bunyinya : “sendiri, di rumah, tidur!”. Itulah cermin cewek yang posesif terhadap cowok.

Posesif nampaknya memang watak yang melekat pada insan yang haus kasih sayang, termasuk kalangan gay. Seberapa kadarnya terpulang pada masing-masing. Tapi posesif yang berlanjut pada tindak kekejaman dan tindakan di luar batas, hanya para ahli yang menganalisa.

Dodo, konsultan Arus Pelangi, organisasi pembela hak-hak gay, lesbian, biseksual dan transeksual (LGBT) membantahnya. "Hubungan cinta, rumah tangga, posesifitas, dan sensitifitas kami sama saja dengan merekayang heteroseks," ujarnya. Menurut Dodo, yang juga gay, sudah sejak lama homoseksual telah dinyatakan bukan gangguan jiwa. Namun, masyarakat masih banyak yang menganggap homoseksual adalah suatu penyakit kejiwaan.

Sedangkan Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Andrianus Meliala, kepada media online menyatakan, dari sisi akademis, hubungan cinta sejenis bukan hubungan yang sehat, seperti egosentrik. Kalau kita (kaum heteroseksual) bilang cinta, itu bukan berarti memiliki. Tapi bagi pasangan sejenis, cinta harus memiliki," katanya.

Adrianus memaparkan, dalam “cinta platonis”, tidak ada istilah selingkuh atau pindah ke lain hati, bagi pasangan sejenis. Dari pada kehilangan pasangan maka lebih baik dimatikan saja. Jadi lose-lose, tidak adayang dapat pasangannya.


JARANG MENGAKU

Sebagai mana watak yang sering dikonotasikan negatif, seperti egois, cemburu, karakter posesif jarang diakui oleh pemiliknya. Dalam keseharian mudah menjumpai orangyang mengaku “Gue memang cemburuan” ketimbang dengan mereka yang terus terang “Iya, gue memang posesif!”

Hendra, 32, pelatih kebugaran, misalnya. Dia mengaku termasuk yang suka gonta ganti pasangan, dan tak bisa hubungan kalau nggak pakai proses, dan perasaan. “Tapi posesif dan membunuh pasangan, gue gak! Gua baek-baek aja, 'kan, “ seloroh Hendra.

“Pisah sama pasangan itu menyakitkan. Apalagi kalau ada bau-bau selingkuhnya. Sa..kiiiit... “ kata Hendra, 35, dengan meniru gaya Robin Onsu, pembawa acara Super Soulmate di Indonesiar. “Tapi menyakiti pasangan atau bekas pasangan secara fisik apalagi membunuh gak lah ya, “ kata pemilik body ala binaragawan, tapi tutur katanya lembut itu.

“Lihat body aku. Aparat lihat juga ngeper. Tapi bunuh nyamuk pun aku gak bisa..” tambahnya.

Benarkah gay posesif? “Ya! Kecenderungannya sih gitu. Tapi kalo ditanya ke gue, gue sendiri gak tahu. Coba tanya sama yang sebelah ini..” kata Erwin, 29, dengan tatapan mesra kepada pria di sampingnya, di satu sore, di satu cafe, di kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat.

Dengan cuek, yang di sebelah menyuapi Erwin, potongan blackforest, lalu membersikan pinggiran bibirnya dengan tisu, sambil menyahut: “Lu aja kalee, gua mah enggak...!!” teriak Doddy, 27, lagi-lagi dengan menirukan jargon pembawa Robin Onsu.

 
   
Favoured
Related articles

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Facebook


Yuk Join Ke Facebook Yayasan Gessang
Untuk Menambah Teman !

Klik Disini !

Kondom Gratis


Kami Menyediakan
Kondom Gratis dari USAID
Kunjungi Sekretariat Gessang
Jl. Cokrobaskoro no 201B
Tipes, Surakarta

Gay Movies


Mau Film Gay Terbaru?
Silahkan Download Disini

Read More...